wwC

Tuesday, February 1, 2011

Eli Eli Lama Sabakhtani

ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI

* Matius 27:46,
LAI TB, Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
KJV, And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
TR, περι δε την εννατην ωραν ανεβοησεν ο ιησους φωνη μεγαλη λεγων ηλι ηλι λαμα σαβαχθανι τουτ εστιν θεε μου θεε μου ινατι με εγκατελιπες
Translit, peri de tên hennatên hôran aneboêsen ho iêsous phônê megalê legôn êli êli lama sabakhthani tout estin thee mou thee mou hinati me egkatelipes


Yesus mengutip ayat dalam kitab Mazmur :

* Mazmur 22:2
LAI TB, Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
22:1 KJV, My God, my God, why hast thou forsaken me? why art thou so far from helping me, and from the words of my roaring?
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
אֵלִי אֵלִי לָמָה עֲזַבְתָּנִי רָחֹוק מִישׁוּעָתִי דִּבְרֵי שַׁאֲגָתִי׃
Translit, 'ÊLÎ'ÊLÎ LÂMÂH 'AZAVTÂNÎ RÂKHÔQ MÎSYÛ'ÂTÎ DIVRÊY SYA'AGÂTÎ
LXX, ο θεος ο θεος μου προσχες μοι ινα τι εγκατελιπες με μακραν απο της σωτηριας μου οι λογοι των παραπτωματων μου
Translit, ho theos ho theous mou proskhes moi hina egkatelines me makran apo tês sôtêrias mou hoi logoi tôn parantômatôn mou


Yesus Kristus tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan "Allah". Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip Mazmur di atas seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Mazmur 22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Orang Indo juga, saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih...

“'Eli, Eli, lama sabakhtani?'” itu menyerukan kepahitan yang dialami Kristus karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia.
Hukuman dosa adalah keterpisahan.
Kalau Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan hatiNya.

Ini adalah perkataan keempat dalam 7 perkataan salib dan ini adalah kategori “ucapan penderitaan rohani”.

Kita tahu bahwa ketika Yesus disalibkan, Dia mengalami banyak siksaan. Dia diludahi dan diolok-olok. Mereka mengenakan duri tajam di kepala-Nya, mencabik-cabik punggung-Nya dengan cambuk berpaku, dipaku ke salib, dan ditusuk dengan tombak. Dia bahkan ditinggalkan murid-murid-Nya sendiri. Penderitaan fisik-Nya sangat hebat. Mereka bahkan mencabuti janggut diwajah-Nya. Tapi kita tidak pernah mendengar Tuhan Yesus mengeluh karena siksaan tersebut.

Sebaliknya, puncak dari kesakitan -Nya dan penderitaan-Nya adalah ketika Ia berkata, "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Puncak penderitaan yang sebenarnya bagi Yesus adalah ketika “ditinggalkan Allah dan dibiarkan sendiri.” Ini jauh lebih menyakitkan daripada duri dan tombak dan paku dan cambuk dan ludah dan lain sebagainya--ditinggalkan Allah.

Mengapa Roh Allah harus pergi? Sebab kalau tidak demikian Yesus tidak akan pernah bisa mati; dan ini adalah keharusan/ cawan pahit yang harus diterima oleh Yesus bahwa Dia harus mati sebagai “kurban” atas dosa-dosa manusia.

Oleh karena keterpisahan itu, kita telah ditebus oleh Kristus. Setiap kita yang percaya padaNya dan mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, kita dipersatukan kembali dalam komuni yang kudus dengan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Amin.

Daftar Nama ALLAH

Daftar nama Allah dalam bahasa Ibrani

Dalam bahasa Ibrani, Allah disebut dengan berbagai cara:

  • Adonai, Allah yang Perkasa
  • El, Allah yang Kuat
  • Elohim, Sang Pencipta yang Maha Kuasa
  • Elyon, Allah yang Maha Tinggi
  • Elohe Yisrael, Allah Israel
  • El Olam, Allah yang Kekal
  • El Roi, Allah yang Melihat
  • El Shaddai, Allah yang Maha Perkasa
  • Immanuel, Allah bersama kita
  • Yehova, AKU adalah AKU
  • Yehova Jireh, Allah akan mencukupi
  • Yehova Mekaddishkem, Allah yang menyucikan
  • Yehova Nissi, Allah adalah Panjiku
  • Yehova Rapha, Allah yang menyembuhkan
  • Yehova Sebaoth, Allah Bala Tentara
  • Yehova Shalom, Allah sumber damai
  • Yehova Shammah, Allah hadir
  • Yehova Tsidkenu, Allah keselamatan kita
  • Yah/YHWH, AKU, Allah yang tidak pernah berubah, Allah yang swa-ada

1. Nama-nama Allah

Di antara nama-nama Allah dalam bahasa Ibrani, tujuh nama digunakan secara sangat hati-hati, terutama oleh para penulis:

  • Adonai
  • El
  • Elohim
  • Ehyeh-Asher-Ehyeh
  • Shaddai
  • YHWH
  • YHWY Tzevaot/Sebaoth

1. 1. Adonai

Adonai dapat berarti Allah yang Perkasa dalam bahasa Indonesia

1. 2. Ehyeh-Asher-Ehyeh

Di dalam bahasa Indonesia, frase yang terdapat pada Keluaran 3:14 ini diterjemahkan menjadi AKU ADALAH AKU atau AKULAH AKU. Frase ini adalah frase yang paling terkenal dalam Alkitab.

1. 3. El

El dapat berarti Allah yang kuat dalam bahasa Indonesia

1. 4. Elohim

Elohim dapat berarti Sang Pencipta yang Maha Kuasa dalam bahasa Indonesia

1. 5. Shaddai

El Shaddai dapat berarti Allah yang Maha Perkasa dalam bahasa Indonesia

1. 6. Yah

Yah ─ AKU, Allah yang tidak pernah berubah, Allah yang swa-ada. Nama Yah tersusun dari dua huruf pertama pada tetragrammaton YHWH. Nama ini sering muncul dalam nama orang, seperti nama Elia. Istilah haleluya juga mengandung unsur ini.

1. 7. YHWH Tzevaot/Sebaoth

Yehova Sebaoth dapat berarti Allah Bala Tentara dalam bahasa Indonesia

1. 8. Shalom

Yehova Shalom dapat berarti Allah sumber damai dalam bahasa Indonesia


Yesus dan Bahasa Ibrani

YESUS DAN BAHASA IBRANI

Banyak orang menganggap bahwa Yesus berbahasa Ibrani, jadi Yesus menyebut Allah Bapa sebagai ‘Yahweh.’ Suradi Ben Abraham dalam traktatnya menyebut bahwa “Orang Yahudi dari zaman dahulu berbahasa Ibrani, lihat saja bahasa orang Yahudi sekarang di Israel.” Ia juga mengatakan bahwa bahasa Ibrani adalah bahasa yang hidup yang dipakai terus menerus sejak zaman Musa, 3500 tahun yang lalu. Ada juga pendapat bahwa Alkitab Perjanjian Baru bahasa aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani, sedangkan Alkitab naskah Yunani koine adalah terjemahan dari bahasa Ibrani, demikian juga ada yang mengatakan bahwa dalam Alkitab berkali-kali disebut bahwa Yesus berbahasa Ibrani dan pada waktu ia berada di Sinagoge, ia membaca kitab Yesaya dalam bahasa Ibrani (Luk.4:16-20). Benarkah Yesus berbahasa Ibrani?

Biasanya klaim-klaim yang menyebut bahwa Yesus berbahasa Ibrani berasal dari kelompok ABA (Asal Bukan Allah) yang banyak diantaranya berasal dari Agama Islam yang beranggapan bahwa: “Al-Quran diturunkan dari surga dalam bahasa Arab, jadi bahasa Arab adalah bahasa surgawi.” Pandangan ini kemudian diteruskan setelah terpengaruh Yudaisme dan menganggap bahwa: “Tenakh (PL) diturunkan dari surga dalam bahasa Ibrani, jadi bahasa Ibrani adalah bahasa surgawi.”

Sayang pernyataan dogmatis demikian tidak didukung kenyataan sejarah, sebab sekalipun saat ini orang Yahudi di Israel berbahasa Ibrani, kita melihat dalam sejarah perkembangannya, bahasa Ibrani berkembang melalui berbagai tahap, jatuh-bangun sebagai bahasa percakapan, terpengaruh bahasa lingkungan, dan bentuk bahasa Ibrani yang sekarang digunakan di Israel berbeda dengan bahasa Ibrani tahap-tahap sebelumnya.

Tenakh (Kitab Suci Ibrani yang diterima Kristen sebagai Perjanjian Lama) berbicara mengenai sejarah orang Ibrani, nama yang biasa dikaitkan dengan nama ‘Eber,’ cucu Arphaksad, anak Sem (Kej.10:21-25), jadi orang Ibrani termasuk rumpun Semitik. Namun perlu disadari bahwa bahasa Ibrani sepanjang sejarahnya mengalami lima tahap perkembangannya yang utama, yaitu: (1) Ibrani Kuno; (2) Ibrani Kitab Suci; (3) Ibrani Mishnah; (4) Ibrami Para Rabi; dan (5) Ibrani Modern yang digunakan sekarang.

Menarik untuk mengamati bahwa bahasa ‘Ibrani Kuno’ sebagai bagian rumpun bahasa Semitik mulai kelihatan jejaknya sebagai bahasa tulisan pada abad-11sM, dan ternyata bukan berasal dari surga tetapi berasal dari bahasa Kanaan dan Amorit (band.Yes.19:18):

“Bahasa Ibrani adalah cabang dari bahasa Kanaan dan Amorit, atau lebih tepat Kanaan dan Amorit adalah dialek-dialek nenek moyang yang melalui percampuran keduanya pertumbuhan bahasa Ibrani dapat dijelaskan.” (Interpreter’s Dictionary of the Bible, vol.2, 552).

Bahasa Ibrani tulisan kuno ini menggunakan aksara Kanaan yang terdiri dari 22 huruf, hanya terdiri dari huruf mati (konsonan), dan ditulis dari kanan ke kiri tanpa jarak antar kata. Jejaknya masih kelihatan dalam kitab Sastra dalam Tenakh. Kitab-Kitab Tawarich, Ezra-Nehemia, Kidung Agung, Pengkotbah dan Ester menunjukkan bentuk bahasa Ibrani yang lebih lanjut yang dipengaruhi bahasa Aram dan disebut bahasa ‘Ibrani Kitab Suci’ yang berkembang sekitar tahun 500-200sM. (Kitab Esra sebagian ditulis dalam bahasa Aram, dan Ezra membaca Taurat diterjemahkan ke dalam bahasa Aram - Neh.8:2-9. Yer.10:11 dan Dan.2:4b-7:28 juga ditulis dalam bahasa Aram pula)

Kemudian, setelah semua kitab Tenakh ditulis, bahasa ini berkembang menjadi bahasa ‘Ibrani Mishnah’ yang berkembang dari sekitar tahun 200sM s/d 600M. Bahasa ini berbeda dengan Ibrani Kitab Suci dalam kosakata, tatabahasa, bentuk-bentuk pengungkapan, bahkan ejaan yang disebabkan kebingungan karena abjad Ibrani hanya terdiri dari konsonan, karena itu pengaruh kosakata lingkungan mudah masuk dan bahasa Ibrani dipengaruhi bahasa dan meminjam banyak kosa kata bahasa hidup masa itu, yaitu Aram, Yunani dan Latin (Romawi). Penemuan Qumran yang dari masa ini menunjukkan bahwa bahasa ini berbeda dengan bahasa yang digunakan Tenakh Masoret yang tertua yang berasal dari sekitar tahun 1000M.

Ibrani Mishnah kemudian disusul ‘Ibrani Para Rabi’ sekitar abad-6 s/d abad-19M yang masih bercirikan bahasa tulisan tetapi sudah mengalami perkembangan dan dipengaruhi bahasa Arab sejalan dengan pendudukan Yerusalem oleh kesultanan Arab. Bahasa Ibrani baru mengalami kebangunan kembali pada abad-19 dalam bentuk ‘Ibrani Modern’ sejalan dengan kebangkitan nasionalisme Yahudi/Zionisme dimana bahasa ini digunakan secara aktif sebagai bahasa percakapan sebagai perekat bangsa Yahudi. Bahasa inilah yang kita jumpai di Israel sekarang.

Sebagai ‘bahasa tulisan’ (bahasa mati), bahasa Ibrani berkembang terus dalam penulisan kitab suci, tetapi sebagai ‘bahasa percakapan’ (bahasa hidup) mengalami pasang surut karena tiadanya vokal, itulah sebabnya bahasa ini rentan terpengaruh bahasa lingkungan sebagai bahasa percakapan seperti Aram, Yunani, dan Arab. Pada masa Yesus hidup bahasa Aram dan Yunanilah yang digunakan sebagai bahasa percakapan, sebab sejak ekspansi Iskandar Agung pada abad-4sM, bahasa Yunani sangat berpengaruh di Palestina dan sekitar Laut Tengah, sehingga pada abad itu Tenakh atas restu Imam Besar Eliezer di Yerusalem yang mengirimkan 70 tua-tua Israel ke Alexandria di Mesir untuk menerjemahkan Tenakh ke dalam bahasa Yunani (Septuaginta/LXX). Sebagai bahasa tulisan suci, bahasa Ibrani digunakan para rabbi di Bait Allah, tetapi dalam ibadat di Sinagoge dan percakapan di kalangan rakyat, bahasa Yunani dan Septuaginta, dan Aramlah yang digunakan. Pada masa ini Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani Koine.

“Di tanah Palestina sendiri bahasa Aramlah yang menjadi bahasa sehari-hari sejak abad IV/III sM; bahasa Ibrani lama-kelamaan hanya dipakai seabagai bahasa suci dan bahasa agama.” (D.C.Mulder, Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama, 214)

Lalu bagaimana dengan sebutan ‘bahasa Ibrani’ di atas kayu salib dan beberapa ayat lainnya? Sebenarnya terjemahan ‘bahasa Ibrani’ dalam ayat-ayat itu kurang tepat, mengingat bahasa asli Yunaninya ditulis ‘hebraisti’ (lidah orang Ibrani, Yoh.19:20;5:2;Yoh.20:16;Why.9:14;16:16), atau ‘hebraidi dialekto’ (dialek Ibrani; Kis.21:40-22:2;26:14) yang menunjuk pada bahasa Aram. Contoh jelas arti ini bisa dilihat dari nama-nama bahasa Aram yang menyusul, seperti Betesda (Yoh.5:2), Rabuni (Yoh.20:16), Apolion (Why.9:11), Harmagedon (Why.16:16).

“Bahasa ibu orang Yahudi Palestina di waktu itu adalah Aram. Sekalipun para Rabi dan Ahli-Kitab masih menggunakan bahasa Ibrani klasik Perjanjian Lama, untuk mayoritas umat ini adalah bahasa mati. ... barangkali karena rasa bangga yang salah, dan kemungkinan besar karena tidak dapat membedakan ketepatan ilmiah, bahasa Aram secara populer disebut sebagai bahasa ‘Ibrani’. ... Bahasa percakapan umum semitik orang Yahudi Palestina pada waktu Yesus hidup adalah Aram.” (The Interpreters Bible, Vol.7,43).

Yesus pada abad pertama tidak berbicara dalam bahasa Ibrani tetapi bahasa Aram, bahkan ketika membaca kitab Yesaya di sinagoge, ia membaca Septuaginta, bukan Tenakh Yahudi. Itulah sebabnya kita melihat adanya perbedaan kata-kata teks Luk.4:18-19 (dari Septuaginta) dengan Yes.61:1-2 (terjemahan Tenakh Masoret). Teks Masoret adalah salinan Tenakh Yahudi yang dikerjakan oleh keluarga Masoret, teks tertua yang ditemukan berasal dari sekitar tahun 1000M, teks inilah yang dijadikan dasar Tenakh Yahudi sekarang ini dan juga digunakan umat Kristen dalam terjemahan Perjanjian Lama.

“Bagian terbesar kutipan ini berasal dari teks Yes.61:1-2 dari LXX, ‘Merawat orang-orang yang remuk hati’ adalah sumber peninggalan naskah Lukas yang terbaik, ‘untuk membebaskan orang-orang tertindas’ berasal dari teks LXX dari Yes.58:6.” (The Interpreters Bible, Vol.8, 90-91).

“Septuaginta adalah Alkitab yang digunakan oleh Yesus dan para rasul. Sebagian besar kutipan Perjanjian Lama dalam Perjanjian baru dikutip langsung dari Septuaginta, sekalipun itu berbeda dengan teks Masoret.” (Geisler & Nix, A General Introduction to the Bible, 254).

Memang sekarang sudah ada Alkitab Perjanjian Baru yang ditulis dalam bahasa Ibrani, tetapi itu adalah hasil terjemahan Lembaga Alkitab Israel pada tahun 1970 dari bahasa aslinya Yunani.

Kita dapat melihat bahwa Yesus selagi hidup di dunia pada abad pertama tidak berbicara bahasa Ibrani melainkan bahasa Aram dan Yunani, dan Alkitab Perjanjian Baru tidak menunjukkan bahwa Yesus pernah menyebut nama ‘Yahweh’ dalam bahasa Ibrani. Di kayu salib Yesus berseru dalam bahasa Aram memanggil Bapa: “Eloi-Eloi, lama sabhaktani” (Mrk.15:34), Ini dalam PL bahasa Ibrani ditulis: “Eli-Eli lamah azavtani.” (Mzm.22:2).

Bahasa Ibrani

Bahasa Ibrani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bahasa Ibrani (עברית [I'vrit])
Dituturkan di: Israel
Jumlah total penutur: 5,1 juta jiwa
Urutan ke: tidak di peringkat 100 besar
Rumpun Bahasa
Klasifikasi:
Afro-Asia

Semitik
Bahasa Kanaanit
Ibrani

Status resmi
Bahasa resmi: Israel
Diatur oleh: Akademi Bahasa Ibrani
Kode Bahasa
ISO 639-1 he
ISO 639-2 heb
SIL HBR

Bahasa Ibrani adalah sebuah bahasa Semitik dari cabang rumpun bahasa Afro-Asia yang merupakan bahasa resmi Israel, dan dituturkan sebagian orang Yahudi di seluruh dunia. Selama 2.500 tahun, bahasa Ibrani hanya dipakai untuk mempelajari Alkitab dan Mishnah saja, ritual, dan doa-doa. Bisa dikatakan bahasa ini merupakan bahasa liturgis saja, mungkin bahkan sebuah bahasa mati. Tetapi pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, bahasa ini lahir kembali menjadi sebuah bahasa sejati dengan para penuturnya. Bahasa ini lalu menggantikan bahasa Arab, bahasa Ladino, bahasa Yiddish dan lain sebagainya sebagai bahasa utama kaum Yahudi sedunia dan di negara Israel kemudian hari.

Bahasa Ibrani merupakan salah satu dari dua bahasa resmi Israel. Bahasa resmi lainnya adalah bahasa Arab. Dalam bahasa Ibrani sendiri, bahasa ini disebut עברית, atau I'vrit (lafaz: [ivr\it] atau [ibr\it]).

Bahasa Ibrani mirip sekali dengan bahasa Aram dan juga masih mirip dengan bahasa Arab. Bahkan kosakata Ibrani modern, banyak pula meminjam dari bahasa Arab.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah

Peta komunitas penutur Ibrani seluruh Dunia.

Sebagai warganegara Ibrani merujuk kepada Bani Israel purba, tetapi sebagai bahasa Ibrani merujuk kepada salah satu dari beberapa dialek bahasa Kanaan.

“ “Bahasa Ibrani adalah cabang dari bahasa Kanaan dan Amorit, atau lebih tepat Kanaan dan Amorit adalah dialek-dialek nenek moyang yang melalui percampuran keduanya pertumbuhan bahasa Ibrani dapat dijelaskan.” (Interpreter’s Dictionary of the Bible, vol.2, 552). ”

. Ibrani (Israel) dan Moabit (Yordan) bisa disebut dialek Kanaan Selatan sedangkan Fenisia (Libanon) bisa disebut dialek Kanaan Utara. Bahasa Kanaan dekat berhubungan dengan Aram dan juga dengan bahasa Arab Selatan-Tengah dalam kadar lebih sedikit. Manakala dialek Kanaan lain telah punah, bahasa Ibrani terus hidup. Ibrani berkembang sebagai bahasa tuturan di Israel dari abad ke-10 SM hingga masa sebelum Zaman Bizantium pada abad ke-3 atau ke-4 Masehi. Selepas itu bahasa Ibrani diteruskan sebagai bahasa kesusasteraan hingga Era Moden sebagai bahasa tuturan pada abad ke-19.

Bahasa Ibrani mengalami lima tahap perkembangan yang utama[1], yaitu:

  1. Ibrani Kuno (sebelum 500 SM)
  2. Ibrani Kitab Suci (~500-200 SM; mis. di kitab Ezra, Nehemia, Ester)
  3. Ibrani Mishnah (~200 SM - 600 M; mis. gulungan naskah Qumran)
  4. Ibrani Para Rabi (~600-1800 M)
  5. Ibrani Modern (abad ke-20 hingga sekarang)

[sunting] Huruf-huruf Ibrani

Huruf Nama bunyi transliterasi
א Alef /'/
ב Beth /b/ /v/ b
ג Gimmel /g/ g
ד Dalet /d/ d
ה He /h/ h
ו Waw /v/ v
ז Zayin /z/ z
ח Kheth /x/ kh
ט, Thet /t/ t
י Yod /y/ y
ך כ Kaf /k/ /kh/ k
ל Lamed /l/ l
ם מ Mem /m/ m
ן נ Nun /n/ n
ס Sammeg /s/ s
ע 'Ain /?/ '
ף פ Pe /p/ /f/ p
ץ צ Tsade /ts/ ts
ק Qaf /q/ q
ר Resy /r/ r
ש Syin /sy/ /s/ sy
ת Taf /t/ t

Abjad Ibrani terdiri dari 22 huruf. Abjad Ibrani pada bagan di atas hanya terdiri dari konsonan saja (juga termasuk huruf alef dan ayin). Karena teks Ibrani kuno hanya ditulis dalam bentuk konsonan saja (tanpa vokal), maka pelafalannya didasarkan pada tradisi lisan yang turun-temurun dari generasi ke generasi. Sistem penulisan vokal baru muncul sekitar tahun 500 M sampai 1000 M. Sistem penulisan vokal ini diadakan dengan tujuan untuk melestarikan tradisi lisan tersebut. Teks Ibrani kuno yang tanpa vokal tersebut disebut 'teks tanpa titik'. Gulungan-gulungan yang terdapat di sinagoge-sinagoge dewasa ini ditulis dengan tidak membubuhkan vokal sebagaimana kebanyakan buku-buku, majalah-majalah dan surat-kabar-surat-kabar yang dicetak dalam huruf Ibrani modern. Penulisan yang dibubuhi vokal sangat besar manfaatnya bagi para pemula yang belajar bahasa Ibrani.

[sunting] Dialek dalam bahasa Ibrani

Terdapat dua jenis tradisi pelafalan bahasa Ibrani, yaitu tradisi pelafalan sefardis dan tradisi pelafalan askenas. Tradisi pelafalan sefardis saat ini dipakai oleh orang-orang Yahudi di Eropa Barat dan juga menjadi pelafalan resmi negara Israel modern. Sedangkan tradisi pelafalan askenas sampai saat ini dipakai oleh perkumpulan-perkumpulan ibadah Yahudi di Eropa Timur. Contoh perbedaan dari kedua pelafalan tersebut di atas sebagai berikut:

Sefardis : Wa'ani tfilati lekha hasyem et ratson ...

Askenas : Wa'ani sfilosi lekho hasyem es rotson ... (Mazmur 69:14)

[sunting] Lihat pula

[sunting] Harakat-harakat

1. qamats (ָ), patah (ַ), hataf patah (ֲ) dibaca a.

2. tserey (ֵ), segol (ֶ), hataf segol (ֱ), syewa (ְ), rafe (ֿ) dibaca e.

3. hiriq (ִ) dibaca i.

4. holam (ֹ), hataf qamats (ֳ), meteg (ֽ) dibaca o.

5. syureq (ּ), qubbuts (ֻ) dibaca u.

6. dagesy (ּ) -khusus huruf bet (ב), jika diberi tanda dagesy, maka lafalnya v mendekati b-.

[sunting] Cara Membaca Tulisan Ibrani

B'RESHIT (KEJADIAN) 1:1 (link: http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt0101.htm)

בְּרֵאשִׁית, בָּרָא אֱלֹהִים, אֵת הַשָּׁמַיִם, וְאֵת הָאָרֶץ

kata pertama: בְּרֵאשִׁית

בְּ = huruf bet (ב) ada tanda sheva (ְ) yaitu e dan tanda dagesh (ּ) yaitu penekanan ('), maka dibacanya be' (e yang ditekan menjadi è atau seperti beruk)..

רֵ = huruf resh (ר) ada tanda tsere (ֵ) yaitu e, maka dibacanya re..

א = huruf alef tanpa tanda, mati..

שִׁ = huruf shin (ש) ada tanda titik khusus shin (ׁ) dan tanda hiriq (ִ) yaitu i, maka dibacanya sy'i...

י = huruf yod, maka dibaca y -disambung sy'i, maka menjadi syi'y)..

ת = huruf tav, maka dibaca t -disambung sy'iy, maka menjadi sy'iyt-..

jadi:

בְּרֵאשִׁית dibaca "be'resy'iyt"..

kata kedua: בָּרָא

בָּ = huruf bet (ב) ada tanda dagesh yaitu penekanan (') dan tanda qamats (ָ) yaitu a, maka dibaca b'a..

רָ = huruf resh (ר) ada tanda qamats (ָ) yaitu a, maka dibaca ra..

א = huruf alef tanpa tanda, mati..

jadi:

בָּרָא dibaca "b'ara"..

kata ketiga: אֱלֹהִים

אֱ = huruf alef (א) ada tanda hataf segol (ֱ) yaitu e, maka dibaca e..

לֹ = huruf lamed (ל) ada tanda holam (ֹ) yaitu o, maka dibaca lo..

הִ = huruf he (ה) ada tanda hiriq (ִ) yaitu i, maka dibaca hi..

י = huruf yod, maka dibaca y -disambung hi, maka dibaca hiy-..

ם = huruf akhiran mem dibaca m -disambung hiy, maka dibaca hiym-..

jadi:

אֱלֹהִים dibaca "elohiym"..

kata keempat: אֵת

אֵ = huruf alef (א) ada tanda tsere (ֵ) yaitu e, maka dibaca e..

ת = huruf tav dibaca t -disambung e, maka dibaca et-..

jadi:

אֵת dibaca "et"..

kata kelima: הַשָּׁמַיִם

הַ = huruf he (ה) ada tanda patah (ַ) yaitu a, maka dibaca ha..

שָּׁ = huruf shin (ש) ada 3 tanda, tanda titik khusus shin (ׁ), tanda dagesh (ּ) yaitu penekanan (') dan tanda qamats (ָ) yaitu a, maka dibaca sy'-a (bacanya double koma atas -benar-benar ditekan-)..

מַ = huruf mem (מ) ada tanda patah (ַ) yaitu a, maka dibaca ma..

יִ = huruf yod (י) ada tanda hiriq (ִ) yaitu i, maka dibaca yi..

ם = huruf akhiran mem, maka dibaca m -disambung yi, maka menjadi yim-..

jadi:

הַשָּׁמַיִם dibaca "ha sy'a-mayim"..

huruf keenam: וְאֵת

וְ = huruf vav (ו) ada tanda sheva (ְ) yaitu e, maka dibaca be (ditulis latinnya ve)..

אֵ = huruf alef (א) ada tanda tsere (ֵ) yaitu e, maka dibaca e..

ת = huruf tav dibaca t -disambung e, maka dibaca et-..

jadi:

וְאֵת dibaca "b'et" (ditulis v'et)..

huruf ketujuh: הָאָרֶץ

הָ = huruf he (ה) ada tanda qamats (ָ) yaitu a, maka dibaca ha..

אָ = huruf alef (א) ada tanda qamats (ָ) yaitu a, maka dibaca a (dalam penulisan Ibrani ke latin, tidak ada double huruf vokal, maka harus dipisah dengan tanda strip (-), jadi ha'a..

רֶ = huruf resh (ר) ada tanda segol (ֶ) yaitu e, maka dibaca re..

ץ = huruf akhiran tsadi, maka dibaca ts -disambung re, maka dibaca rets-..

jadi:

הָאָרֶץ dibaca "ha'arets"

MAKA:


בְּרֵאשִׁית, בָּרָא אֱלֹהִים, אֵת הַשָּׁמַיִם, וְאֵת הָאָרֶץ

DIBACA:

"be'resy'iyt b'ara elohiym ha sy'a-mayim b'et ha'arets"

(kesulitan dalam membaca tulisan dalam Bahasa Ibrani adalah banyaknya huruf yang mirip dan harakatnya yang banyak)

[sunting]

Rencana Keselamata dari ALLAH

RENCANA KESELAMATAN ALLAH YANG SEDERHANA

Hai Kawan! Saya akan mengajukan pertanyaan yang paling penting di dalam kehidupan ini. Kebahagiaan dan kesusahan Anda dari sekarang sampai selama-lamanya akan bergantung pada jawaban Anda. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda sudah diselamatkan? Ini bukan pertanyaan tentang perbuatan baik Anda, bukan juga apakah Anda anggota gereja, tetapi apakah Anda sudah diselamatkan? Apakah Anda yakin akan masuk surga setelah meninggal dunia. Allah mengatakan bahwa untuk dapat masuk ke surga, Anda harus dilahirkan kembali. Dalam Yohanes 3:7, Yesus berkata kepada Nikodemus, "Kamu harus dilahirkan kembali." Dalam Alkitab, Allah memberikan rencana bagaimana caranya untuk dapat dilahirkan kembali yang berarti diselamatkan. Rencana-Nya sangat sederhana! Anda dapat diselamatkan hari ini juga. Bagaimana caranya? Pertama-tama kawanku, Anda harus sadar bahwa Anda adalah orang berdosa. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23). Karena Anda adalah orang berdosa, Anda dipastikan akan mengalami maut. "Sebab upah dosa ialah maut" (Roma 6:23).

Pertama

Ini artinya pemisahan kekal dari Allah di dalam neraka. "... manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" (Ibrani 9 : 27). Tetapi Allah sangat mengasihi Anda, Dia telah memberikan Anak-Nya yang tunggal, Yesus, untuk menanggung dosa Anda dan mati untuk Anda. ". . . Dia (Yesus) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Korintus 5 : 21). Yesus harus meneteskan darah-Nya dan mati. "Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya..... " (Imamat 17 : 11). "...tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan" (Ibrani 9 : 22). "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" (Roma 5:8).

Meskipun kita tidak dapat mengerti bagaimana caranya, Allah berkata bahwa dosa-dosa saya dan Anda telah dibebankan pada Yesus dan Ia mati untuk kita. Dia dijadikan pengganti kita. Ini adalah kebenaran. Allah tidak dapat berbohong, Kawanku, "...sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat" (Kis 17:30).

Kedua

Pertobatan ini adalah perubahan cara berpikir di mana seseorang mengaku dan setuju bahwa ia orang berdosa di hadapan Allah dan mengaku serta menerima apa yang telah dilakukan Yesus di atas kayu salib untuk kita semua. Dalam Kisah Para Rasul 16 : 30-31, penjaga penjara Filipi bertanya kepada Paulus dan Silas :..... Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?" Jawab mereka : Percayalah kepada Tuhan Yesus Knstus dan engkau akan selamat..... "

Percayalah pada-Nya sebagai seseorang yang telah menanggung dosa-dosa Anda, dan mati menggantikan Anda, dikuburkan, dan dibangkitkan kembali oleh Allah. Kebangkitan-Nya memastikan bahwa orang percaya dapat yakin akan kehidupan kekal saat menerima Yesus sebagai Juruselamat. "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya " (Yohanes 1:12).

"Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan" (Roma 10:13). Barangsiapa dalam kutipan di atas termasuk Anda. Akan diselamatkan bukan berarti mungkin, atau dapat, tetapi pasti diselamatkan.

Ketiga

Tentu Anda sadar bahwa Anda seorang berdosa. Saat ini juga, di manapun Anda berada, bertobatlah, angkatlah hatimu pada Allah dalam doa. Dalam Lukas 18 :13, seorang yang berdosa berdoa : ... Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. " Berdoalah :

"Ya Allah,
aku tahu bahwa aku adalah orang berdosa.
Aku percaya bahwa Yesus telah menggantikan
aku waktu Dia mati di kayu salib.
Aku percaya bahwa penumpahan darah-Nya,
kematian-Nya,
penguburan-Nya dan kebangkitan-Nya adalah untuk aku.
Sekarang aku menerima-Nya sebagai Juruselamat-ku.
Terima kasih atas pengampunan dosa-dosaku,
pemberian keselamatan dan kehidupan yang kekal,
karena rahmat dan anugerah-Mu.
Amin."

Terimalah Firman Allah dan dapatkanlah keselamatan daripada-Nya dengan iman. Percayalah, maka Anda akan diselamatkan. Bukan gereja, perkumpulan atau pun perbuatan-perbuatan baik yang menyelamatkan Anda. Ingatlah, hanya Allah yang dapat melakukan karya keselamatan, secara menyeluruh! Rencana keselamatan Allah yang sederhana adalah: Anda orang berdosa.

Keempat

Apabila Anda tidak percaya dalam Yesus yang telah mati menggantikan Anda, pasti Anda akan tinggal untuk selama-lamanya di dalam neraka. Jika Anda percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat yang telah disalibkan, dikuburkan serta dibangkitkan, Anda menerima pengampunan atas segala dosa dan karunia keselamatan kekal karena iman. Anda berkata, "Tidak mungkin semudah itu !" Ya, memang semudah itu ! Ini sesuai Alkitab. Ini adalah rencana Allah.

Hai kawan, percayalah pada Yesus dan terimalah Dia sebagai Juruselamat-mu hari ini juga. Kalau rencana-Nya masih belum jelas bagi Anda, bacalah tulisan ini berulang-ulang tanpa berhenti sampai Anda mengerti. Jiwa Anda lebih berharga daripada seluruh dunia. "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?" (Markus 8 : 36). Anda harus benar-benar pasti akan keselamatan pribadi ini. Apabila Anda kehilangan jiwa, Anda akan kehilangan surga dan kehilangan segala-galanya. Saya mohon dengan sangat, biarkanlah Allah selamatkan Anda saat ini juga! Kuasa Allah akan menyelamatkan Anda, tetapkan keselamatan Anda dan mungkinkan Anda untuk hidup sebagai orang Kristen yang selalu menang atas pencobaan.

Kelima

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13).

Jangan tergantung pada perasaan Anda. Perasaan itu selalu berubah. Berdirilah pada janji-janji Allah. Janji-janji Allah tidak pernah berubah. Setelah Anda selamat, ada tiga hal yang perlu dilakukan setiap hari untuk pertumbuhan iman:

Berdoa-Berbicara kepada Allah. Bacalah Alkitab-Biarkan Allah berbicara. Bersaksi-Anda berbicara bagi Allah.

Anda perlu dibaptis sesuai kepatuhan Anda pada Tuhan Yesus Kristus sebagai kesaksian pada khalayak ramai atas keselamatan Anda, dan kemudian bergabung secepatnya dengan gereja yang menjunjung tinggi Alkitab sebagai Firman Allah. "Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita. ....... " (2 Timotius 1 : 8).

"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga" (Matius 10:32).

Rencana Keselamatan Yang dari ALLAH

RENCANA KESELAMATAN ALLAH YANG SEDERHANA

Hai Kawan! Saya akan mengajukan pertanyaan yang paling penting di dalam kehidupan ini. Kebahagiaan dan kesusahan Anda dari sekarang sampai selama-lamanya akan bergantung pada jawaban Anda. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda sudah diselamatkan? Ini bukan pertanyaan tentang perbuatan baik Anda, bukan juga apakah Anda anggota gereja, tetapi apakah Anda sudah diselamatkan? Apakah Anda yakin akan masuk surga setelah meninggal dunia. Allah mengatakan bahwa untuk dapat masuk ke surga, Anda harus dilahirkan kembali. Dalam Yohanes 3:7, Yesus berkata kepada Nikodemus, "Kamu harus dilahirkan kembali." Dalam Alkitab, Allah memberikan rencana bagaimana caranya untuk dapat dilahirkan kembali yang berarti diselamatkan. Rencana-Nya sangat sederhana! Anda dapat diselamatkan hari ini juga. Bagaimana caranya? Pertama-tama kawanku, Anda harus sadar bahwa Anda adalah orang berdosa. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23). Karena Anda adalah orang berdosa, Anda dipastikan akan mengalami maut. "Sebab upah dosa ialah maut" (Roma 6:23).

Pertama

Ini artinya pemisahan kekal dari Allah di dalam neraka. "... manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" (Ibrani 9 : 27). Tetapi Allah sangat mengasihi Anda, Dia telah memberikan Anak-Nya yang tunggal, Yesus, untuk menanggung dosa Anda dan mati untuk Anda. ". . . Dia (Yesus) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Korintus 5 : 21). Yesus harus meneteskan darah-Nya dan mati. "Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya..... " (Imamat 17 : 11). "...tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan" (Ibrani 9 : 22). "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" (Roma 5:8).

Meskipun kita tidak dapat mengerti bagaimana caranya, Allah berkata bahwa dosa-dosa saya dan Anda telah dibebankan pada Yesus dan Ia mati untuk kita. Dia dijadikan pengganti kita. Ini adalah kebenaran. Allah tidak dapat berbohong, Kawanku, "...sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat" (Kis 17:30).

Kedua

Pertobatan ini adalah perubahan cara berpikir di mana seseorang mengaku dan setuju bahwa ia orang berdosa di hadapan Allah dan mengaku serta menerima apa yang telah dilakukan Yesus di atas kayu salib untuk kita semua. Dalam Kisah Para Rasul 16 : 30-31, penjaga penjara Filipi bertanya kepada Paulus dan Silas :..... Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?" Jawab mereka : Percayalah kepada Tuhan Yesus Knstus dan engkau akan selamat..... "

Percayalah pada-Nya sebagai seseorang yang telah menanggung dosa-dosa Anda, dan mati menggantikan Anda, dikuburkan, dan dibangkitkan kembali oleh Allah. Kebangkitan-Nya memastikan bahwa orang percaya dapat yakin akan kehidupan kekal saat menerima Yesus sebagai Juruselamat. "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya " (Yohanes 1:12).

"Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan" (Roma 10:13). Barangsiapa dalam kutipan di atas termasuk Anda. Akan diselamatkan bukan berarti mungkin, atau dapat, tetapi pasti diselamatkan.

Ketiga

Tentu Anda sadar bahwa Anda seorang berdosa. Saat ini juga, di manapun Anda berada, bertobatlah, angkatlah hatimu pada Allah dalam doa. Dalam Lukas 18 :13, seorang yang berdosa berdoa : ... Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. " Berdoalah :

"Ya Allah,
aku tahu bahwa aku adalah orang berdosa.
Aku percaya bahwa Yesus telah menggantikan
aku waktu Dia mati di kayu salib.
Aku percaya bahwa penumpahan darah-Nya,
kematian-Nya,
penguburan-Nya dan kebangkitan-Nya adalah untuk aku.
Sekarang aku menerima-Nya sebagai Juruselamat-ku.
Terima kasih atas pengampunan dosa-dosaku,
pemberian keselamatan dan kehidupan yang kekal,
karena rahmat dan anugerah-Mu.
Amin."

Anak-Anak ALLAH

Anak-Anak Allah

Siapakah anak-anak Allah? Kelahiran rohani membuat seseorang menjadi seorang anak Allah. Ada dalam Alkitab,”Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Yohanes 1:12-13).

Allah menawarkan kita kesempatan untuk menjadi anak-anak-Nya. Ada dalam Alkitab,”Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia” (Yohanes 3:1).

Orang-orang Kristen diangkat menjadi keluarga Allah. Ada dalam Alkitab,”Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah” (Roma 8:16). “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak” (Galatian 8:16).

Ambillah suatu pelajaran dari anak-anak. Ada dalam Alkitab,”Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." (Lukas 18:16-17).